Rabu, 26 Desember 2012

CARA BELAJAR SISWA AKTIF (CBSA)DAN KETERAMPILAN PROSES

TUGAS                                   :  BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

PENDEKATAN CARA BELAJAR AKTIF(CBSA)DAN KETERAMPILAN PROSES

  

OLEH :
    KELOMPOK        : VIII
     NAMA                   :1.WAHIDAYANTI (1194040008)
                                     2.RIA  WIJAYANTI(1194040022)
                                     3.YATNA RAMADHAN(1194040036)
                                     4.ARDI AHMAD(1194040051)
                                     5.MUH.NURALAMSYAH(1194040066)
                                      6. NURFAHIMA(1194040083)

PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2012
DAFTAR ISI

Kata Pengantar                                                                                                                    
Daftar Isi                                                                                                                               
Bab I Pendahuluan                                                                                                             
A. Latar Belakang                                                                                                   
B. Rumusan Masalah                                                                                             
Bab II Pembahasan                                                                                                             
Bab III Penutup                                                                                                                   
            A,Kesimpulan                                                                                                         
            B Saran                                                                                                                      
Daftar Pustaka                                                                                                                                 







KATA  PENGANTAR
BISMILLAHIRRAHMANI RAHIM
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt atas berkat dan rahmat-Nya sehingga  penulis dapat menyelesaikan MAKALAH  yang berjudul “PENDEKATAN CBSA DAN KETERAMPILAN PROSESS “ ini. Adapun dibuatnya Makalah ini dengan maksud untuk mengetahui CBSA dan KETERAMPILAN PROSES, serta impliksinya dan cara pengembangannya . Kesulitan dan hambatan –hambatan kerap menghampiri , namun kesemuanya itu tidak menjadi penghalang bagi  penulis, bahkan menjadi pengalaman   serta motivasi untuk bekerja semaksimal mungkin.
Tim  Penulis menyadari bahwa dengan selesainya penulisan makalah ini, tim penulis tidak hanya bekerja dengan usaha kami sendiri, namun banyak kalangan yang memberikan konstribusi baik langsung maupun tidak langsung. Untuk itu tim  penulis menyampaikan banyak terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada dosen belajar dan pembelajaran yang telah memberikan bimbingannya,dan teman-teman yang telah memberikan dukungan moril dan moralnya.
Tim Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka dari itu saran dan kritik yang membangun dari semua pihak sangat penulis harapkan.

MAKASSAR,15 NOVEMBER 2012


Tim penulis


BAB I
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
            Jika kita tinjau perkembangan dan pertumbuhan seseorang, maka makin jelaslah bahwa hidup seseorang didalam lingkungan yang berbudaya itu merupakan suatu perjuangan dari seseorang untuk hidup dengan hak azasi manusiawi dalam menyatakan dirinya, mahkluk yang berkehendak berdiri sendiri .makin aktif ia berikan konstribusi dalam lingkungan sosialnya, makin ia menjalin ikatan dan menerima norma dari lingkungan, makin meningkatatkan aspirasi-aspirasi dalam mempersoalkan kepentingan untuk mencapai cita-citanya dalam mewujudkan dirinya       (self actualozation),mengacu kepada kemandirian.
            Manusia hidup antara dua kutub existensi, sosial (lingkungan) dan kutub existensi individu, yang satu dengan yang lain saling terjalin dalam dirinya (idividualisasi dan sosialisasi). Pada satu pihak ia berhak mengemukakan dirinya atau kutub existensi individual ingin dihargai dan diakui, tetapi pada pihak lain ia harus menyesuaikan diri pada ketentuan-ketentuan yang berlaku didalam masyarakat, didalam lingkungan sosialnya (kutub existensi sosial). Bila antar kedua kutub ini ada keseimbangan, maka ia akan mencapai suatu kondisi mental sehat, tetapi bukan semata-mata keseimbangan inilah yang merupakan makna hidup. Pada umumnya manusia beraspirasi dan dalam mewujudkan aspirasi itu ada suatu jarak yang ditempuh oleh setiap orang, yaitu jarak potensi yang dimiliki dan apa yang ingin dicapainya, jarak antara mengenal diri sebagai mana ia adanya ,prestasinya (konsep diri) dan sebagaimana .Mendidik pada hakikatnya merupakan bantuan untuk mencapai perkembangan dalam mewujudkan dirinya, tanpa mengabaikan kepentingan lingkunganya dalam perkembangan tersebut seperti tercentus di dalam perumusan GBHN yang bertolak dari UUD 45 dalam kehidupan pancasila maka manusia indonesia seutuhnya mencakup kemandirian dan kemampuan untuk ikut bertanggungjawab terhadap pembangunan bangsanya. Ini berati bahwa cara-cara pemberian informasi itu dan suasana interaksi itu berlangsung lebih penting daripada informasi itu sendiri.disinilah proses menjadi sarana tidak saja meningkatakan cara belajar siswa aktif

B. RUMUSAN MASALAH
1.      Menjelaskan pengertian cara belajar aktif (CBSA)?
2.      Mendeskripsikan hakekat cara belajar siswa aktif??
3.      Menyebutkan  penerapan pembelajara CBSA ?
4.      mendeskripsipsikan pengertian pendekatan keterampilan proses ?
5.      Menjelaskkan jenis pembelajaran  keterampilan proses (PKP) ?















BAB II
PEMBAHASAN

A. CARA BELAJAR SISWA AKTIF (CBSA)
1.      Pengertian Cara Belajar Siswa Aktif
                
Pada umumnya metode lebih cenderung disebut sebuah pendekatan. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan kata “approach” yang dimaksudnya juga “pendekatan”.
Di dalam kata pendekatan ada unsur psikhis seperti halnya yang ada pada proses belajar mengajar. Semua guru profesional dituntut terampil mengajar tidak semata-mata hanya menyajikan materi ajar. Guru dituntut memiliki pendekatan mengajar sesuai dengan tujuan instruksional. Menguasai dan memahami materi yang akan diajarkan agar dengan cara demikian pembelajar akan benar-benar memahami apa yang akan diajarkan. Piaget dan Chomsky berbeda pendapat dalam hal hakikat manusia. Piaget memandang anak-akalnya-sebagai agen yang aktif dan konstruktif yang secara perlahan-lahan maju dalam kegiatan usaha sendiri yang terus-menerus. Pendekatan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) menuntut keterlibatan mental siswa terhadap bahan yang dipelajari.
                 CBSA adalah pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat secar fisik, mental, intelektual, dan emosional dengan harapan siswa memperoleh pengalaman belajar secara maksimal, baik dalam ranah kognitif, afektif, maupun psikomotor. Pendekatan CBSA menuntut keterlibatan mental vang tinggi sehingga terjadi proses-proses mental yang berhubungan dengan aspek-aspek kognitif, afektif dan psikomolorik. Melalui proses kognitif pembelajar akan memiliki penguasaan konsep dan prinsip. Konsep CBSA yang dalam bahasa Inggris disebut Student Active Learning (SAL) dapat membantu pengajar meningkatkan daya kognitif pembelajar. Kadar aktivitas pembelajar masih rendah dan belum terpogram. Akan tetapi dengan CBSA para pembelajar dapat melatih diri menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepada mereka. Tidak untuk dikerjakan di rumah tetapi dikerjakan dikelas secara bersama-sama.
                 Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) adalah anutan pembelajaran yang mengarah kepada pengoptimalisasian pelibatan intelektual-emosional siswa dalam proses pembelajaran, dengan pelibatan fisik siswa apabila diperlukan.
Dan menurut T. Raka Joni, CBSA adalah suatu pendekatan, bukan suatu metode atau teknik mengajar. Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif pada dasarnya adalah melihat kegiatan belajar sebagai pemberian makna secara konstruvistik terhadap pengalaman oleh pebelajar dan dengan dituntun azas “tut wuri handayani” pengendalian kegiatan belajar harus meletakkan dasar bagi pembentukan prakrsa dan tanggung jawab belajar ke arah belajar sepanjang hayat.
2.      Rasionalisasi Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) dalam Pembelajaran
       Penerapan CBSA dalam proses pembelajaran bertumpu pada sejumlah rasional. Yang terpenting diantaranya ialah rasional yang berkaitan langsung dengan upaya perwujudan tujuan utuh pendidikan serta karakteristik manusia masyarakat dan masyarakat masa depan Indonesia yang dikehendaki.Secara umum, esensi tujuan pendidikan, menurut T. Raka Joni (1980) adalah pembentukan manusia yang bukan hanya dapt menyesuaikan diri hidup didalam masyarakatnya, melainkan labih dari itu, mampu menyumbang bagi penyempurnaan masyarakat itu sendiri.Dengan penerapan CBSA, siswa diharapakan akan lebih mampu mengenal dan mengembangkan kapasitas belajar dan potensi yang dimilikinya secara penuh, menyadari dan dapat menggunakan potensi sumber belajar yang terdapat di sekitarnya, serta siswa diharapkan lebih terlatih untuk berprakarsa, berpikir secara teratur, kritis, tanggap dan dapat menyelesaikan masalah sehari-hari, serta lebih terampil dalam menggali, menjelajah, mencari dan mengembangkan informasi yang bermakna baginya. (Raka Joni, 1992).
3.      Hakikat Pendekatan CBSA
         Siswa pada hakekatnya memiliki potensi atau kemampuan yang belum terbentuk secara jelas, maka kewajiban gurulah untuk merangsang agar mereka mampu menampilkan posisi itu. Para guru dapat menumbuhkan keterampilan-keterampilan pada siswa sesuai dengan taraf perkembangannya, sehingga mereka memperoleh konsep. Dengan mengembangkan keterampilan-keterampilan memproses perolehan, siswa akan mampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep serta mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut. Proses belajar-mengajar seperti inilah yang dapat menciptakan siswa belajar aktif.
           Hakekat dari CBSA adalah proses keterlibatan intelektual-emosional siswa dalam kegiatan belajar mengajar yang memungkinkan terjadinya:
a. Proses asimilasi/pengalaman kognitif, yaitu: yang memungkinkan terbentuknya    
    pengetahuan
b. Proses perbuatan/pengalaman langsung, yaitu: yang memungkinkan terbentuknya
    keterampilan
c. Proses penghayatan dan internalisasi nilai, yaitu: yang memungkinkan terbentuknya  
     nilai  dan sikap
            Walaupun demikian, hakekat CBSA tidak saja terletak pada tingkat keterlibatan intelektual-emosional, tetapi terutama juga terletak pada diri siswa yang memiliki potensi, tendensi atau kemungkinan kemungkinan yang menyebabkan siswa itu selalu aktif dan dinamis. Oleh sebab itu guru diharapkan mempunyai kemampuan profesional sehingga ia dapat menganalisis situasi instruksional kemudian mampu merencanakan sistem pengajaran yang efektif dan efisien. Dalam menerapkan konsep CBSA, hakekat CBSA perlu dijabarkan menjadi bagian-bagian kecil yang dapat kita sebut sebagai prinsip-pninsip CBSA sebagai suatu tingkah laku konkret yang dapat diamati. Dengan demikian dapat kita lihat tingkah laku siswa yang muncul dalam suatu kegiatan belajar mengajar.

4.      Penerapan Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)
Pendekatan CBSA pada dasarnya merupakan gagasan konseptual dan bukan merupakan suatu prosedural-konseptual.
a. Prinsip-prinsip dan Rambu-rambu CBSA
    Prinsip-prinsip tersebut, menurut T. Raka Joni (1993) ialah
   1. penyediaan pijakan dan tuntutan kognitif oleh guru sehingga siswa terbantu untuk
       membrikan makna terhadap pengalamn belajarnya,
  2. kegiatan belajar-mengajar yang beranekan ragam dari guru,
  3. pemberian tugas/kesempatan bagi siswa untuk berbuat langsung guna mengkaji,
      berlatih/menghayati isi kurikulum,
  4. guru berusaha untuk memenuhi kebutuhan individu siswa
  5. guru berupaya melibatkan sebanyak mungkin siswa dalam interaksi belajar- 
     mengajar,
  6. guru mencek pemahaman siswa,
  7. guru mengupayakan variasi kegiatan dan suasana belajar dengan penggunaan
      berbagai   
     strategi belajar-mengajar,
  8. guru mengembangkan berbagai pola interaksi dalam proses belajar-mengajar, baik   
    antara guru dengan siswa maupun antar siswa,
9. pemantauan intensif dan diikuti dengan pemberian balikan yang spesifik dan segera.
.            Yang dimaksud dengan rambu-rambu CBSA adalah gejala-gejala yang tampak pada perilaku siswa dan guru baik dalam program maupun proses pembelajaran.
Rambu-rambu yang dimaksud adalah :
1. Kuantitas dan kualitas pengalaman yang membelajarkan
2. Prakarsa dan keberanian siswa dalam mewujudkan minat, keinginan, dan dorongan-
    dorongan yang ada pada dirinya
3. Keberanian dan keinginan siswa untuk ikut serta dalam proses pembelajaran
4. Usaha dan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran
5. Keingintahuan yang ada pada diri siswa
6. Rasa lapang dan bebas yang ada pada diri siswa
7. kuantitas dan kualitas uasaha yang dilakukan guru dalam membina dan membina  
     keaktifan siswa
8. Kualitas guru sebagai inovator dan fasilitator
9. Tingkat sikap guru yang tidak mendominasi dalam proses pembelajaran
10. Kuantitas dan kualitas metode dan media yang dimanfaatkan para guru dalam  
       proses pembelajaran
11. Keterikatan guru terhadap program pembelajaran
12. Variasi interaksi guru-siswa dalam proses pembelajaran
13. Kegiatan dan kegembiraan siswa dalam belajar

b. Indikator dan Dimensi CBSA
      Indikator-indikator tersebut ialah :
      1. prakarsa siswa dalam pembelajaran, seperti keberanian mengemukakan pendapat tanpa
          diminta,
     2. keterlibatan mental siswa dalam pembelajaran, seperti pengiktan diri pada tugas yang  
        dihadapi, penyelesaian tugas secara tuntas melebihi apa yang diharapakan,
    3. peranan guru lebih ditekankan sebagai fasilitator, pemantau dan pemberi balikan yang   
        lebih bersifat ulur tangan dari pada campur tangan,
    4. belajar eksperiensial (pengalaman langsung),
    5. kekayaan variasi metode dan media dalam pembelajaran, dan
    6. kualitas dan variasi interaksi dalam pembelajaran, baik antara guru-siswa maupun antar siswa.
            Sementara T. Raka Joni (1985) mengemukakan dimensi di dalam proses belajar-mengajar    yang menentukan kadar keaktivan siswa, yaitu
1. partisipasi siswa dalam menetapkan tujuan kegiatan belajar-mengajar,
2. penekanan pada aspek afektif (sikap) dalam pengajaran,
3. partisipasi siswa dalam pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar (terutama dalam hal interaksi
    antar siswa),
4. penerimaan guru terhadap perbuatan dan kontribusi siswa yang kurang relevan atau bahkan
    sama sekali salah,
5. kekohesivan kelas sebagai kelompok,
6. kebebasan atau kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk mengambil keputusan penting dalam kehidupan di sekolah, dan
7. jumlah waktu yang digunakan untuk menaggulangi masalah pribadi siswa yang berhubungan dengan pengajaran.
            Raka T. Joni mengungkapkan bahwa sekolah yang ber-CBSA dengan baik mempunyai karakterisitk berikut:
    1. Pembelajaran yang dilakukan lebih berpusat pada siswa,
    2. Guru adalah pembimbing dalam terjadinya pengalaman belajar,
    3. Tujuan kegiatan tidak hanya untuk sekedar mengejar standar akademis,
    4. Pengelolaan kegiatan pembelajaran lebih menekankan pada kreativitas siswa,
    5. Penilaian.
5.   Prinsip-prinsip CBSA
        Dalam mengaktifkan siswa  dalam belajar ,seyogyanya seorang pengajar/pendidik membuat pelajaran yang bersifat menantang,merangsang daya cipta untuk menemukan serta mengesangkan ,dengan melalui beberapa prinsip belajar sebagai berikut:
a.prinsip motivasi
        motif adalah daya pribadi seseorang yang mendorong untuk melakuka kegiatan .Ada dua jenis motivasi yakni :motivasi instrinsik yaitu motivasi dari dalam diri ,dapat silakukan dengan menggairahkan perasaan ingin tahu anak,ingin untuk mencoba dan hasrat untuk maju dalam belajar .dam motivasi ekstrinsik yaitu motivasidari luar diri ,dapat dilakukan dengan memberikan ganjara ,misalnya:melalui pujian,hukuman dan sebagainya.
b. prinsip latar atau konteks
        kegiatan belajar tak terjadi dalam kekosongan ,para pelajar sudah jelas mempelajari suatu hal yang baru ,baik langsung maupun tidak langsung ,ada hubungannya. Sehubunan dengan itu ,perlu penyelidikan tentang pengetahuan perasaan,keterampilan ,sikap dan pengalaman yang telah di pelajari siswa.
c. prinsip keterarahan kepada titik pusat atau fokus.
        Pelajaran yan direncanakan dalam suatu bentuk atau pola tertentu akan mampu mengaitkan bagian-bagian yang terpisah dalam suatu pelajaran .tanpa suatu pola ,pelajaran dapat terpecah-pecah dan para pelajar akan sulit memperhatikann.titik ppusat itu dapat tercipta memlalui upaya merumuskan masalah yang hendak dijawab atau merumuskan konsep yang hendak di capai.titik pusat akan membatasi keluasaan dan kedalaman tujuan bellajar serta memberi arah kepada tujuan yang hendak di capai.
d. prinsip hubungan social atau sosialisasi.
        Dalam belajar para pelajar perlu dilatih untuk bekerjasama dengan rekan-rekan sebayanya.
e. prinsip belajar sambil bekerja
        Pelajar pada hakikatnya belajar sambil bekerja atau melakukan aktivitas.
f. prinsip perbedaan perorangan atau individualisasi
        setiap pelajar tentu saja memiliki perbedaan perorangan seperti :kadar kepintaran ,kegemaran bakat ,latar belakang keluarga da sebagainya.
g. prinsip pemecahan masalah
        seluruh kegiatan pelajar akan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu.

B. PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES (PKP)
1. Pengertian Pendekatan Keterampilan Proses
           Pendekatan  Keterampilan   proses    adalah wahana     pengembangan keterampilan-keterampilan  intelektual, sosial, dan fisik yang bersumber dari kemampuan-kemampuan mendasar yang pada prinsipnya telah ada dalam diri siswa.
Dimiyati dan Mudjiono (1999) menyimpulkan bahwa :
a. Pendekatan keterampilan proses memberikan kepada siswa pengertian yang tepat tentang
    hakikat ilmu pengetahuan. Siswa dapat mengalami rangsangan ilmu pengetahuan dan dapat  
    lebih baik mengerti fakta dan konsep ilmu pengetahuan.
b. Proses pengajaran yang berlangsung memberi kesempatan kepada peserta didik untuk   
     bekerja dengan ilmu pengetahuan tidak sekedar mendengar cerita atau penjelasan guru
     mengenai sesuatu ilmu pemgetahuan. Justru di sisi lain siswa merasa berbahagia dengan
     peran aktifnya di dalam proses pengajaran.
c. Pendekatan keterampilan proses mengantarkan siswa untuk belajar ilmu pengetahuan, baik
    sebagai proses ataupun sebagai produk ilmu pengetahuan sekaligus.
               Secara singkat dapat dikatakan bahwa pendekatan keterampilan proses menekankan pada upaya membelajarkan siswa bagaimana belajar. Oleh karena itu, hubungan antara CBSA dan PKP sangat erat dan berinterksi secara timbal balik. Pendekatan keterampilan proses dapat dikatakan merupakan perwujudan dari upaya pembelajaran melalui CBSA
2. Jenis Keterampilan dalam PKP
    a. Keterampilan-keterampilan Dasar (Basic Skills)
        Keterampilan-keterampilan Dasar terdiri dari :
        • Mengamati
        • Mengklasifikasikan
        • Mengkomunikasikan
        • Mengukur
        • Memprediksi
       • Menyimpulkan
b. Keterampilan-keterampilan Terintegrasi (Integrated Skills)
    Keterampilan-keterampilan Terintegrasi terdiri dari :
    • Mengenali variabel
    • Membuat tabel data
    • Membuat grafik
    • Menggambarkan hubungan antar variabel
    • Mengumpulkan dan mengolah data
    • Menganalisis penelitian
    • Menyusun hipotesis
    • Mendefinisikan variabel
    • Bereksperimen























BAB VI
PENUTUP
A.    KESIMPULAN


            Mendidik subjek didik untuk membangun dirinya sendiri dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa dalam dunia dan masyarakat dan terus-menerus berubah mampu menuntut dia mampu berfikir sendiri.Hal ini perlu memahamidan memperlakukan tuntutan peningkatan teknologi sains dan teknologi pada suatu generasi yang sebagian tumbuh di pedesaan ,akan mempunyai dampak pada kehidupan lama yang sebelumnya belum dialaminya.
Pertumbuhan dan pendidikan sikap yang sesuai diperlukan supaya tekaman – tekaman hidup sebagai konsekuensi dari perkembangan sains dan teknologi ti9dak menjerumuskan kita dalam suatu pertumbuhan masyarakat ekonomi yang serba materialis,konsutif dan individualisti yang meruan dampak peningkatan ekonomi .apa yang dihasilkan oleh sekolah merupakn persiapan dalam menghadapi tuntutan jaman dn masa depan yang diakaitakan.untuk itu ,tidak saja ia harus mengwujudkan potensinya secara alamiah dalam menghadapi masa depan tetapi ia harus mampu membangun dan menguasai masa depan itu.disini terlekak factor pengembangan sikap untu sepenuhynya bertanggung jawab terhadap tugasnya(matra afektif)yamg mewujudkan tekad kecendurungan (tendency) dan kejadian (event) dari masa depan itu.keterampilan fisik dan mental(matra psikomotorik)dan perolehan pengetahuan(kognitif)untuk berpikir mandiri diperoleh denga pendekatan keterampilan prose situ merupakan penyatu kaitan yang mendalam(interpenetrasi)dari empat matra,yang membuka suasana kondusif yang ditandai oleh kepekaan intuitif (matra interaktif) terhadap berbagi masalah, sekaligus menampilkan kreatifitasnya.
B.      SARAN
untuk dapat membentuk siswa yang aktif  sebaiknya menggunakan metode pembelajran yang benar-benar sesuai dengan kerakter dan pemikiran siswa agar mudah di pahami dan di mengerrti oleh para pelajar.




DAFTAR PUSTAKA

Abdul haling.2007.belajar dan pembelajara:Makassar.Badan Penerbit UNM.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar